Bejat!!! Oknum Guru Cabuli Belasan Murid

 

Poto Oknum guru pelaku pencabulan



Cianjur-Kabar Khatulistiwa Salah satu Guru di kabupaten Cianjur mencabuli belasan murid Laki-Laki di tempat dia mengajar.


Insiden tersebut, terjadi di salah satu SD dan terduga pelakunya merupakan oknum guru berinisial HR (27). 


HR diketahui melakukan tindakan asusila jenis sodomi terhadap belasan murid laki-lakinya. 


Salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tindakan asusila yang dilakukan HR berupa sodomi saat kegiatan pemantapan menghadapi perlombaan.


Sebelum menjalankan aksinya, para korban awalnya didekati kemudian diajak untuk jajan. Setelah itu siswa diajak ke ruangan yang sepi.


"Di ruangan sekolah itu pelaku mencabuli korban. Ada yang sekedar dicium, ada yang sampai disetubuhi (disodomi)," kata dia, Kamis (29/2).


Ia menambahkan, korban dari HR mencapai 100 orang dari beberapa angkatan sekolah tersebut. 


Hingga kini, banyak korban maupun bungkam karena takut setelah mendapatkan ancaman. 


"Informasi yang saya dapat korban dari guru laki-laki ini banyak, lebih kurang 100 siswa laki-laki. Yang sudah ketahuan saja ada di 2 kelas, belum lama yang sudah lulus," ujarnya. 


Sementara itu, HR yang merupakan guru honorer sudah mengajar sejak 2017 lalu ini hanya mengingat siswa SD yang menjadi korbannya berjumlah sekitar 15 orang.


"Lupa persisnya berapa. Yang murid saya sekarang, dari total 30 siswa saya ada 10 yang jadi korban saya. Yang sudah lulus juga ada, sekitar 5 orang," kata dia.


Dia mengungkapkan, dari 15 siswa tersebut, tiga diantaranya disetubuhi atau disodomi.


"Yang 12 itu hanya dicium dan diraba. Kalau yang 3 disodomi," ungkapnya.


Terpisah, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, mengatakan oknum guru bejat tersebut sudah diamankan pada Senin (26/2) lalu, setelah salah satu korban melapor.


"Ada satu korban yang melapor, kemudian kami lakukan penyelidikan. Setelah itu kami amankan pelaku. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Cianjur," kata dia.


Tono mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan memeriksa lebih lanjut pelaku. Diduga korban dari aksi bejat pelaku lebih dari satu orang.


"Kalau berdasarkan laporan baru satu orang korbannya, karena yang baru lapor kan satu korban. Tapi kami masih dalami, karena kemungkinan korbannya lebih dari satu. Tim juga sedang ke lokasi sekolah untuk menggali informasi jumlah korban dari aksi pelecehan seksual pelaku," pungkasnya.