
Kabar khatulistiwa.com// Cianjur Jawa Barat Anggota Komisi I DPR RI, Ir Irwan ardi hasman mengingatkan penggunaan media digital harus ditujukan pada hal, yang bermanfaat dan produktif, sehingga dapat mendatangkan kesempatan berkembang. Pasalnya, teknologi informasi selain mendatangkan kesempatan, menurutnya juga mendatangkan ancaman. Salah satu ancaman dunia digital menurutnya makin berkurangnya ruang-ruang privat bagi pengguna digital.
"Jika kita sadari bersama bahwa dalam dunia digital, kreativitas menjadi satu hal yang prioritas dalam tataran kehidupan sosial, ekonomi, ataupun dalam peradaban bangsa dan negara ini. Karena kita mau tidak mau harus mampu juga berkembang ataupun bersaing dalam dunia digital," kata Ir.H. Irwan ardi hasman dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator, di hotel grend baydil kecamatan Cianjur kabupaten cianjur Senin 29/01/2024
Politisi tersebut melalui ketua rumah aspirasinya Dwi Prasetya, mengatakan bahwa untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai digital, penyelenggaraan seminar berbasis, merupakan langkah efektif yang dapat diambil Kementerian Kominfo dan DPR RI.
"Hari ini merupakan langkah preventif kita sebagai legislator yang bekerja sama dengan Dirjen Aptika Kominfo untuk memberikan suatu wawasan dan memberikan pemahaman tentang digitalisasi agar dapat betul-betul dijadikan manfaat pada hal, yang produktif dan kreatif," ungkap Dwi Prasetya

Dwi Prasetya menambahkan hal ini sekaligus bimbingan teknis kepada kalangan masyarakat, kita bekerja sama Kominfo dengan anggota DPR RI komisi I Ir Irwan ardi hasman, fraksi partai Gerindra, intinya yang di bahas dalam acara kali ini adalah kita sebagai, warga negara Indonesia, harus bijak dalam bermedia sosial, dan barusan juga judulnya ngobrol bareng bersama legislator, dan narasumbernya komisi I DPR RI, Ir Irwan ardi hasman, dan tadi ada beberapa narasumber bersama dosen dari fakultas universitas Suryakencana, fakultas ekonomi bisnis Islam, ibu reksya yang hadir, kebetulan tadi yang di sampaikan intinya sekarang itu lagi gencar gencarnya isu Hoax, isu sara, dan kita harus bijak dalam bermedsos. Pungkasnya
Aria